Maruli menambahkan, proyek ini akan berlangsung di Bantargebang, Sumur Baru (Bekasi), Galuga Bogor, Sarimukti Bandung, dan Jatibarang Semarang.

Ia mengatakan dalam proses ini pihaknya masih menemui berbagai kendala, mulai dari belum tersedianya lahan, proses perizinan, hingga penjualan hasil olahan sampah yang nantinya menjadi solar.

"Jadi intinya kalau ini sudah bisa diselesaikan masalah perizinan, mungkin satu tahun pabrik-pabrik ini bisa jalan Pak. Jadi ini sudah kami kerjakan dari sejak April perintah dari Presiden itu, sampai dengan sekarang masalah tempat kami belum bisa dapatkan. Kalau ini sudah bisa selesai, kita go paling lama satu tahun, pabrik sudah siap untuk bisa mengolah sampah seribu ton per hari di setiap titik," terangnya.