"Bahwa demo yang terjadi di Jawa Tengah, Puji Tuhan Alhamdulillah, kita bisa selesaikan dengan kondusif," terangnya.

Namun begitu, Roy tak menampik adanya tindak pidana premanisme yang kerap kali mengganggu aktivitas usaha di Jawa Tengah. Tindakan tersebut dilakukan dengan berbagai modus, seperti pungli mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas), konflik lahan, demo buruh yang ditunggangi, penggelapan barang, hingga siber dan penipuan.

Meski demikian, Roy mengaku tak segan menindak pelaku pidana tersebut. Hal ini diharapkan bisa mendorong kepastian hukum dan meningkatkan kepercayaan investor.

"Kami dari sisi Kepolisian dan teman-teman dari TNI ingin mengawal terkait dengan kegiatan investasi di Jawa Tengah, harapannya adalah para investor baik dalam negeri maupun luar negeri itu bisa menginvestasikan apapun kegiatan itu untuk kepentingan dari pada Jawa Tengah," pungkasnya.