NADIKABAR.COM — Kodim 1403 Palopo melakukan penertiban tambang emas ilegal di Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terus beroperasi kendati sudah ditertibkan oleh tim gabungan. Sebanyak 9 ekskavator digembok dan 17 jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) disita.

"Lebih dari 60 personel yang kami turunkan, anggota mengamankan sekitar 17 jeriken BBM yang masih berisi dan menggembok 9 ekskavator," kata Dandim 1403 Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro kepada NadiKabar, Kamis (10/9/2026).

Jajaran Kodim 1403 Palopo menertibkan tambang emas ilegal di Bajo Barat pada Kamis (9/10) siang. Windra mengatakan selain menggembok alat berat, pihaknya juga membongkar talang dan peralatan-peralatan lainnya yang berada di lokasi.

"Personel juga membongkar 9 buah talang, serta mengamankan beberapa pipa yang turut digunakan oleh pelaku tambang ilegal," ucapnya.

Windra menuturkan tidak ada penambang dan pemilik alat berat yang ditemukan di lokasi. Ia menyebut, apa yang dilakukannya sebagai bentuk tindak tegas dari hasil kesepakatan bersama dengan warga.

"Pemiliknya nggak ada, jadi kami menyampaikan kepada masyarakat sekitar agar menyampaikan ke pemilik alat berat yang masih berada di sepanjang aliran Sungai Suso untuk membawa alat beratnya meninggalkan lokasi," tegasnya.

Windra juga menegaskan, bahwa personel TNI akan terus berjaga di lokasi tambang ilegal tersebut. Hal itu dilakukan mengingat para penambang yang terbilang bandel dan sering bekerja di malam hari.

"Saya sudah sampaikan, untuk tambang emas ilegal ini saya tegas, mau 400 personel juga saya turunkan. Dan saat ini anggota tetap saya suruh terus patroli agar penambangan tidak beraktivitas," katanya.

Windra sebelumnya mengatakan jajaran Forkopimda Kabupaten Luwu sudah pernah membuat berita acara terkait kesepakatan penolakan tambang emas ilegal di Bajo Barat tersebut. Namun, tambang itu tetap beroperasi sehingga tim gabungan TNI, Polri dan Satpol PP turun tangan melakukan penertiban.

"Tim gabungan sekitar 2 minggu lalu kita lakukan penertiban, itu ada alat bukti 3 ekskavator dan peralatan penambang lainnya yang diamankan," kata Letkol Windra kepada NadiKabar, Rabu (9/9).

Dia pun menegaskan pihaknya akan melakukan penertiban besar-besaran terhadap pelaku tambang yang membandel tersebut. Pelaku tambang emas ilegal di lokasi tersebut beroperasi pada malam hari atau saat tidak ada aparat yang memantau.

"Saat ini saya sudah perintahkan Koramil untuk pantau langsung dan masih ada yang bekerja, saya pribadi sebagai Dandim telah komitmen akan melakukan penertiban," pungkasnya.