"Pembagian dividen tunai yang merupakan dividen khusus kepada para pemegang saham perseroan yang berhak, sebagaimana yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseoran pada tanggal 27 Oktober 2026 dengan total nilai sebesar Rp 1,564 triliun," ungkap Jeffrey dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (28/10/2026).

Kemudian secara aklamasi, pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba ditahan perseroan berdasarkan laporan keuangan auditan per 30 Juni 2026.