"Harga bungkil kedelai itu Rp 7.200 sampai Rp 7.500. Tapi hari ini kita bicara bungkil kedelai itu harganya Rp 9.900 sampai Rp 10.000. Sebuah lonjakan yang cukup tinggi," jelasnya.

"Kalau kita datangkan bungkil kedelai dari Argentina atau Brasil hari ini, itu sampai di Indonesia memang ada kenaikan karena international market naik. Harganya itu kalau tiba di November, itu harganya Rp 8.500 sampai Rp 8.600. Tapi kalau kita beli dari BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah, harganya hari ini adalah Rp 9.999 hampir Rp 10.000," terang Suardi lagi.

Tidak hanya harga bungkil kedelai, peternak ayam petelur juga mengeluhkan kenaikan harga bahan pakan yang lain seperti jagung dan katul. Bahkan untuk jagung, selain harganya yang kini sudah cukup tinggi, saat ini ketersediaan pasokannya di pasar juga dinilai sangat terbatas.

"Jika kita hitung hari ini dengan kondisi jagung rata-rata hampir Rp 8.000 diterima oleh peternak ini, ketemu komposisi harga pakan adalah Rp 8.155," jelasnya.