Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan perjalanan Agrominafiber menunjukkan pentingnya proses pembelajaran dan pendampingan yang dilakukan secara bertahap agar UMKM semakin siap mengembangkan usaha.

"Setiap UMKM memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami mendorong proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga bagaimana pelaku usaha semakin kuat dari sisi kapasitas, digitalisasi, brand, hingga akses pasar. Harapannya, UMKM dapat semakin mandiri dan mampu membawa produknya menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Baron.

Menurut Baron, Pertamina terus memperkuat ekosistem pengembangan UMKM melalui penguatan perizinan usaha, digitalisasi dan pemanfaatan marketplace, pelatihan, business matching, hingga keikutsertaan dalam berbagai pameran nasional dan pembukaan akses menuju pasar internasional.

"Yang ingin kami bangun bukan hanya keberhasilan dalam satu pameran atau satu transaksi, tetapi proses agar UMKM terus belajar, berkembang, dan memiliki daya saing untuk tumbuh dalam jangka panjang," tambahnya.

Perjalanan Agrominafiber menunjukkan bahwa proses UMKM naik kelas tidak terjadi dalam satu langkah. Dari mengembangkan produk berbasis anyaman, membangun merek, mengikuti pelatihan dan pameran, bertemu calon pembeli, hingga akhirnya melakukan ekspor, setiap tahapan menjadi bagian dari upaya membangun bisnis yang lebih kuat dan mampu bersaing di pasar global.

Program pembinaan UMKM Pertamina turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta TPB/SDGs Nomor 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Program tersebut juga selaras dengan Asta Cita poin ke-3 dalam mendorong kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja.