Pria yang akrab disapa Kang Wie itu mengatakan, persoalan sampah di Ponorogo kini membutuhkan penanganan serius. Pasalnya, TPA Mrican yang selama ini menjadi tumpuan pembuangan sampah disebut sudah mengalami kelebihan kapasitas.

Di sisi lain, sistem pengelolaan sampah yang sebelumnya menggunakan metode open dumping juga tidak bisa terus dipertahankan. Karena itu, pembangunan fasilitas baru dinilai menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda terlalu lama.

Kang Wie menyebut, kegagalan pembangunan tahun ini bukan karena ketiadaan anggaran. Proyek tersebut tersendat setelah izin pemanfaatan lahan yang diperlukan belum mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat.

Padahal, berbagai persiapan pembangunan disebut telah dilakukan, termasuk proses lelang proyek.

DPRD kini meminta pemerintah pusat segera memberikan kepastian. Jangan sampai persoalan administrasi membuat Ponorogo terus menghadapi ancaman krisis tempat pengelolaan sampah.