NADIKABAR.COM — Sebuah kecelakaan nahas pernah menimpa penerbangan pesawat di Argentina pada tahun 1999. Pesawat tersebut gagal lepas landas karena kesalahan prosedur.
Dilansir dari sumber media lokal Argentina, Clarín, peristiwa ini terjadi pada 31 Agustus 1999 pukul 20.54 waktu setempat di Aeroparque Jorge Newbery, Buenos Aires, Argentina.
Awalnya, pesawat dijadwalkan terbang menuju Córdoba setelah sempat tertunda beberapa menit untuk pemeriksaan mesin di landasan. Pesawat ini jenis Boeing 737-204C milik maskapai LAPA dan membawa 98 penumpang dan 5 awak pesawat.
Saat mencoba lepas landas, pesawat gagal terangkat dari tanah. Dalam kecepatan 296 km/jam, pesawat menerobos Avenida Costanera (Rafael Obligado), menyeret sebuah mobil, dan membentur fasilitas stasiun pengatur gas.
Tumpahan bahan bakar yang terkena percikan api serta kebocoran gas dari sana memicu kebakaran hebat yang menghancurkan seluruh bagian pesawat.
Tragedi ini menewaskan 65 orang dan menyebabkan 17 orang luka-luka. Beberapa penumpang berhasil menyelamatkan diri berkat aksi seorang awak kabin yang membuka pintu belakang kiri, serta melalui celah retakan di sisi kanan lambung pesawat sebelum api membesar.
Akibat reputasi dan krisis keuangan pascamusibah, maskapai LAPA akhirnya bangkrut dan berhenti beroperasi pada tahun 2003.
Investigasi Junta de Investigaciones de Accidentes de Aviación Civil (JIAAC) menyimpulkan bahwa pilot (Gustavo Weigel) dan kopilot (Luis Etcheverry) lupa mengepakkan flaps yang berfungsi meningkatkan daya angkat pesawat.
Pilot mengabaikan suara alarm peringatan yang berbunyi selama 52 detik mengenai posisi flaps yang salah dan tetap memacu kecepatan hingga melewati batas kecepatan V1.
Pada tahun 2005, sejumlah eksekutif LAPA dan pejabat Angkatan Udara diajukan ke persidangan. Kemudian, pada tahun 2010, dua pimpinan LAPA sempat dijatuhi hukuman 3 tahun penjara percobaan. Namun, vonis tersebut dibatalkan pada tahun 2014 oleh Mahkamah Kasasi Federal karena kasusnya dinyatakan kadaluarsa.