Koko menegaskan bahwa penguatan kapabilitas pengelolaan likuiditas merupakan bagian penting dalam membangun bisnis perbankan yang sehat, terutama bagi bank yang terus mengembangkan layanan berbasis digital.

"Pertumbuhan perlu diiringi dengan pengelolaan likuiditas dan risiko yang prudent. Melalui kerja sama SIPA ini, kami memperluas pilihan dalam mengelola likuiditas sekaligus memperkuat sinergi dengan bank syariah lainnya. Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan perlu dibangun di atas pengelolaan bisnis yang hati-hati dan terarah, agar kami dapat terus memberikan layanan yang terbaik serta menjaga kepercayaan nasabah," ujar Koko.

SIPA merupakan instrumen transaksi antarbank berdasarkan prinsip syariah yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pengelolaan likuiditas. Melalui kerja sama dengan BSI, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah, Bank Aladin Syariah memperluas jaringan mitra transaksi sekaligus membuka alternatif pengelolaan likuiditas dalam dua mata uang, yaitu rupiah dan dolar AS. Transaksi dilakukan berdasarkan kesepakatan para pihak, termasuk nilai, mata uang, jangka waktu, serta imbal hasil atau ujrah sesuai struktur akad dan ketentuan yang berlaku.