Sejumlah kesepakatan lainnya kemudian ditandatangani pada hari-hari berikutnya hingga total transaksi mencapai US$22,94 miliar pada 18 Oktober.
Ia menjelaskan capaian tersebut didukung penjajakan bisnis yang dilakukan sejak setahun sebelum pameran.
Perwakilan Indonesia di luar negeri, mulai dari duta besar, konsulat jenderal, atase perdagangan, hingga Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dilibatkan untuk mencari calon pembeli melalui program business matching.
"Jadi eksportir ini sudah bertemu secara online, secara virtual dengan buyer yang ada di luar negeri. Sehingga ketika sampai di Trade Expo itu istilahnya kopi darat, bertemu, kemudian ada yang melihat pabriknya dulu, bertatap muka dan sebagainya, akhirnya melakukan penandatanganan MoU," ujarnya.
India menjadi negara dengan nilai transaksi tertinggi, disusul Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang. Sementara itu, produk dengan transaksi terbesar meliputi makanan dan minuman, perhiasan, produk kayu, produk pertanian, serta produk kertas.
TEI ke-41 diikuti 1.873 peserta pameran dan dikunjungi 45.287 orang, meningkat 31,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pembeli dari luar negeri mencapai 9.600 orang yang berasal dari 151 negara.