Lima negara dengan jumlah pembeli terbanyak adalah India, Malaysia, Republik Rakyat China (RRT), Arab Saudi, dan Taiwan.

Budi juga menyoroti program Campuspreneur yang melibatkan mahasiswa dalam pengembangan usaha berorientasi ekspor. Program tersebut bekerja sama dengan lebih dari 25 perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan kewirausahaan sekaligus membantu pelaku usaha mencari pembeli.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 25 pelaku usaha binaan dari 20 perguruan tinggi mendapat tempat di stan khusus Campus Preneur. Dari stan tersebut, tercatat potensi transaksi sebesar US$24,57 juta.

Budi mengatakan program itu ditujukan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan berwirausaha, termasuk menjadi eksportir, melalui pendampingan dari tahap awal hingga pencarian pembeli.

"Kepada para Dubes, para Konjen, saudara-saudara dari Atase Perdagangan, ITPC (Indonesian Trade Promotion Center), kepada para eksportir yang telah menyiapkan produknya dengan baik sehingga produk-produk tersebut diminati oleh para buyer," ujarnya.

TEI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-41 sejak pameran tersebut dimulai pada 1985. Kementerian Perdagangan menjadwalkan TEI berikutnya pada 13-17 Oktober 2027.