NADIKABAR.COM — Transformasi peran bikin Pedro Neto bersinar bersama Chelsea di awal musim ini. Winger asal Portugal itu tampil apik saat menyerang, juga saat diminta bertahan.

Neto baru saja menjadi bintang kemenangan Chelsea akhir pekan lalu. Pemain berusia 26 tahun itu memborong dua gol saat The Blues mengatasi Everton 2-0 di Hill Dickinson Stadium, Sabtu (17/10).

Dua gol itu membuat Neto kini sudah melesakkan 4 gol di Chelsea. Torehannya sama dengan Cole Palmer dan Morgan Rogers. Usai laga, Neto mengungkap rahasia ketajamannya. Ia menyebut ada peran pelatih baru Timnas Portugal, Jorge Jesus.

"Hal itu sedikit banyak berasal dari pelatih baru tim nasional. Dia mengatakan ketika berada di dekat kotak penalti, kita harus meminta bola, jadi saya sangat senang dengan hal itu," ungkapnya, melansir Standard.

Tak cuma dari segi serangan, Pedro Neto juga rajin dalam membantu pertahanan. Hal itu juga disebabkan formasi yang diterapkan Xabi Alonso di Chelsea musim ini.

Alonso memainkan formasi 3-4-2-1 atau 3-4-3 di Chelsea musim ini. Tiga juru gedor di depan praktis milik Joao Pedro, Palmer, dan Morgan Rogers.

Alhasil, Neto bergeser perannya jadi gelandang kanan atau wingback kanan. Hal itu yang membuatnya juga harus turun naik di area sayap Chelsea.

Meski begitu, Neto bisa menjalankan perannya dengan baik. Premier League mencatat ia sudah bikin 11 tekel sejauh ini, terbanyak ketiga setelah Josh Acheampong (14) dan Maxence Lacroix (12).

Alonso bahkan menyebut Pedro Neto bisa disebut apa saja, baik sebagai winger atau wingback. Yang terpenting, eks Wolverhampton Wanderers itu mampu terkoneksi dengan rekan-rekannya di lapangan.

"Kalian pikir dia bek sayap? Kalian bisa menyebutnya apa saja, winger, bek sayap, posisi menyerang, bertahan, dia bisa melakukan banyak hal. Hari ini dia bermain bagus," kata Alonso.

"Dia sangat kompetitif. Saat berada di dekat area pertarungan, dia menjadi ancaman bagi bek sayap mana pun. Saat berada di barisan belakang atau di antara lini, dia terhubung dengan baik bersama pemain di sekitarnya, dengan Joao Pedro, dengan Cole," ungkap Alonso.

Padahal, Pedro Neto nyaris cabut pada musim panas lalu. Ia sempat jadi incaran banyak raksasa seperti Manchester City, Al Hilal, juga Tottenham Hotspur. Tapi Chelsea enggan melepasnya dengan mudah, dengan membanderolnya 100 juta paun. Strategi tepat untuk menahannya di Stamford Bridge, yang kini berbuah manis.

Transformasi Pedro Neto yang kini bukan 'sekadar' sayap biasa akhirnya turut mengangkat performa Chelsea. Raksasa London itu kini berada di peringkat empat klasemen Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City, Arsenal, dan Brighton & Hove Albion.