Zulfikar menjelaskan skenario yang dinamakan ASEAN Coordinated Transition Scenario ini sangat berfokus pada koordinasi antarnegara anggota.
Ia mengakui setiap negara memiliki kepentingan nasional masing-masing. Oleh karena itu, Zulfikar menyebut ACE memiliki pekerjaan rumah untuk menjembatani perbedaan tersebut.
Ia menilai ACE tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pemikir think tank dalam melakukan studi teknis, tetapi juga menjalankan peran layaknya diplomat.
"Jadi bagaimana caranya kita meyakinkan Indonesia, meyakinkan Singapura, Malaysia, dan negara-negara lain, bahwa interest mereka nasional dengan interest regional itu sebenarnya bersamaan," ujar Zulfikar.