Pengembangan trem tersebut diproyeksikan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan Badung, khususnya koridor Bandara-Canggu yang memiliki tingkat mobilitas sangat tinggi.
Trem ditargetkan dapat mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan, mengurangi kepadatan kendaraan, serta memperkuat konektivitas kawasan pariwisata. Dalam sehari, diperkirakan sekitar 150 ribu orang melakukan pergerakan di kawasan tersebut dengan jumlah kendaraan mencapai sekitar 80 ribu unit.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama perlunya moda transportasi massal baru yang mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus meningkatkan konektivitas antarkawasan.
Dalam kondisi maksimal, trem diproyeksikan mampu mengangkut sekitar 15 ribu hingga 20 ribu penumpang, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Jeda keberangkatan antartrem dirancang sekitar 10 menit.
Jika beroperasi secara maksimal, kapasitas angkutnya diproyeksikan mencapai sekitar 60 ribu penumpang per hari. Angka tersebut diharapkan dapat mengakomodasi sekitar 40 persen kepadatan mobilitas pada koridor Bandara-Canggu.