Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan Kementerian PPN/Bappenas dan Pemprov Bali untuk memperbaiki fasilitas serta sistem transportasi di Bali, khususnya di wilayah Kabupaten Badung yang menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.

Menurut Koster, konsep trem kini semakin konkret untuk menjadi salah satu alternatif mengatasi persoalan kemacetan di jalur Bandara-Canggu. Ia menegaskan infrastruktur yang dibangun tidak boleh mengorbankan keindahan, lingkungan maupun kehidupan masyarakat.

"Pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan Bali, menjaga keindahan Bali, mendukung pariwisata dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat," kata Koster dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2026).

Ia menegaskan pembangunan trem harus memperhatikan keberadaan hotel, akomodasi wisata, objek pariwisata, lingkungan, permukiman, serta kehidupan masyarakat yang berada di sepanjang trase.

Berdasarkan rencana awal, groundbreaking pembangunan trem ditargetkan berlangsung pada Maret 2027. Trase pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2028, sementara seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2029.