Suripno menjelaskan pembenahan sistem logistik harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari penentuan lokasi pusat kegiatan ekonomi, penyediaan infrastruktur jalan, hingga perencanaan moda transportasi yang digunakan untuk distribusi barang.

Selama ini, berbagai aspek tersebut dinilai belum terintegrasi dengan baik. Perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur jalan, dan pengembangan sistem transportasi masih berjalan secara terpisah sehingga berpotensi menimbulkan inefisiensi logistik.

"Sekarang nggak, jalan masing-masing. Tata ruang jalan sendiri, membangun infrastruktur jalan sendiri, akhirnya jadi kayak begini (muncul ODOL)," paparnya.

Ia mencontohkan persoalan yang kerap muncul ketika kawasan industri atau pusat kegiatan ekonomi dibangun di lokasi yang tidak didukung oleh jaringan jalan memadai untuk kendaraan berat. Kondisi ini menunjukkan pentingnya menyelaraskan pembangunan kawasan ekonomi dengan kapasitas infrastruktur transportasi.

Di sisi lain, distribusi barang di Indonesia masih sangat bergantung pada angkutan jalan raya. Padahal penggunaan transportasi multimoda seperti kereta api dan kapal laut dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan barang.