Juru bicara Kremlin pada Jumat mengonfirmasi bahwa kapal pertama yang termasuk dalam kesepakatan tersebut telah berangkat. Namun, ia tidak menjelaskan apakah kapal itu menuju pasar AS atau negara lainnya.
"Sejauh yang saya ketahui, Kementerian Energi telah melaporkan bahwa kapal tanker pertama memang sudah berangkat menuju penerima atau pembelinya. Pengiriman selanjutnya akan terus berlangsung secara stabil mulai sekarang," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Kesepakatan dengan AS tersebut mencakup keputusan Rusia mencabut larangan ekspor diesel yang sebelumnya diberlakukan secara sepihak. Uni Eropa memberlakukan embargo penuh terhadap impor produk minyak Rusia pada Februari 2023 akibat perang di Ukraina.