Di sisi lain, Partai Demokrat dan para aktivis hak memilih bergerak melawan apa yang mereka sebut sebagai kampanye intimidasi yang dirancang untuk menakut-nakuti warga agar tidak datang ke tempat pemungutan suara.

Trump selama bertahun-tahun mengklaim, tanpa bukti, bahwa ratusan ribu orang yang bukan warga negara AS telah memberikan suara di negara-negara bagian yang dikuasai Partai Demokrat, sehingga mendistorsi hasil pemilu.

Kini, Trump dan pihak-pihak yang mewakilinya meluncurkan serangkaian tindakan mencolok untuk membuktikan klaim tersebut. Salah satu langkah yang diambil, menurut laporan media CBS, adalah mengerahkan agen federal bersenjata ke rumah-rumah warga di beberapa negara bagian untuk menanyakan status imigrasi mereka dan apakah mereka memberikan suara dalam pemilu sebelumnya.