NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggunakan demo rusuh di Prancis sebagai bahan kampanye pemilu sela. Trump memanfaatkan situasi di Prancis sebagai argumen untuk menyerang Partai Demokrat demi mempertahankan kursi Senat, yang sejak lama dipegang Partai Republik, di negara bagian Kansas.

Trump, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/10/2026), menyinggung soal unjuk rasa memprotes kenaikan biaya hidup di Prancis, yang diwarnai pembakaran dan penjarahan, saat melakukan kampanye di Kansas untuk mendukung kandidat petahana dari Partai Republik, Roger Marshall, pada Senin (19/10).

Meskipun kursi Senator Kansas sejak lama dikuasai Partai Republik, namun baru-baru ini para kandidat Partai Republik berada dalam posisi defensif akibat kekecewaan para pemilih AS terkait perang Iran dan kenaikan harga-harga.

Dalam pidatonya untuk membujuk para pemilih tetap memilih Marshall sebagai Senator Kansas dalam pemilu sela pada 3 November mendatang, Trump menyinggung unjuk rasa yang meluas di Prancis sebagai skenario yang bisa saja terjadi di AS jika Partai Republik tidak memenangkan pemilu sela.

Presiden AS itu tidak menyertakan bukti apa pun untuk mendukung klaim tersebut.