"Saat Anda melihat menara gereja terbakar dan api berkobar di Prancis, ingatlah bahwa itulah yang ingin dilakukan oleh para Dumocrat radikal terhadap Amerika," sebutnya, menggunakan istilah "Dumocrat" untuk mengejek Partai Demokrat.
Selama bertahun-tahun, para pegiat HAM berulang kali mengkritik retorika Trump yang kerap menargetkan dan mengejek imigran serta kelompok etnis minoritas. Menurut kelompok-kelompok hak sipil, retorika semacam itu menormalisasi sikap diskriminatif terhadap komunitas-komunitas terpinggirkan.
Persaingan ketat dalam pemilu sela tahun ini mencerminkan tantangan yang membayangi Partai Republik, di tengah upaya melawan arus politik yang tidak menguntungkan dan mempertahankan kendali atas DPR maupun Senat AS.
Dalam upaya mempertahankan dominasi Partai Republik di Kongres AS, Trump tengah menjalani rangkaian kampanye intensif selama 32 hari, dengan sering mengunjungi wilayah-wilayah yang pernah dia menangkan dengan mudah dalam pemilu sebelumnya.