Prancis, dalam beberapa hari terakhir, mengalami salah satu gelombang kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Aksi protes besar-besaran, yang dipicu oleh kemarahan publik terhadap meningkatnya biaya hidup, layanan publik yang memburuk, dan kondisi sekolah-sekolah yang tidak memadai, berujung pada aksi pembakaran dan penjarahan massal.
Trump sendiri menghadapi kesulitan dalam upayanya membuat barang dan jasa lebih terjangkau di AS.
Namun dalam pidatonya di Kansas yang cenderung konservatif, Trump melontarkan retorika anti-imigran dan anti-Muslim. Retorika semacam ini sebelumnya dia digunakan untuk mengobarkan kampanye pencapresan dirinya dalam setidaknya tiga pemilu AS sebelumnya.
"Kita tidak akan membiarkan hal itu terjadi di negara ini," ucap Trump, merujuk pada demo rusuh di Prancis.