Melansir The Hill, Minggu (27/9/2026), Xi membahas isu kecerdasan buatan secara terbuka di Gedung Putih pada hari Kamis, namun yang patut dicatat, ia tidak menyebutnya sebagai super intelligence (kecerdasan super).

"Kita memiliki kemampuan sekaligus tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengelola AI demi kebaikan, serta memastikan bahwa pengembangan AI senantiasa berada di bawah kendali manusia dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Xi.

Super intelligence didefinisikan sebagai bentuk kecerdasan buatan yang melampaui kecerdasan manusia. Konsep ini merupakan tujuan utama bagi banyak perusahaan AI terdepan sekaligus kekhawatiran terbesar bagi pihak-pihak yang memperingatkan tentang ancamannya terhadap umat manusia.