Trump mengumumkan dalam Sidang Majelis Umum PBB awal pekan ini bahwa istilah tersebut akan digunakan sebagai pengganti istilah kecerdasan buatan dalam dokumen-dokumen AS.

Sejak saat itu, Departemen Luar Negeri telah menginstruksikan para diplomatnya untuk menggunakan istilah tersebut dalam komunikasi mereka di masa mendatang.