"Peristiwa itu kembali menegaskan bahwa Rusia menganggap pelonggaran tekanan apa pun sebagai sinyal bahwa mereka bisa terus berperang dan terus menjatuhkan bom ke berbagai kota," lanjutnya menegaskan.
Kesepakatan terkait bahan bakar diesel yang diteken Trump dan Putin juga menuai kritik dari para anggota parlemen AS, tak terkecuali rekan sesama anggota Partai Republik pendukung Trump, yaitu anggota DPR Don Bacon. Menurut Bacon saat ini seharusnya diterapkan lebih banyak sanksi untuk menekan Rusia, bukannya justru mencabut sanksi tersebut.
Para analis menilai kesepakatan tim redaksi Trump dan Putin kecil kemungkinannya akan menghasilkan penurunan harga bahan bakar yang berkelanjutan, mengingat volume pasokannya masih jauh lebih rendah dibandingkan jumlah yang biasanya diekspor Rusia saat kilang-kilang minyaknya tidak sedang diserang.
Dalam pembicaraan yang dilakukan Trump dan Putin, diketahui Rusia sepakat segera memasok lebih dari 300.000 metrik ton solar ke pasar AS dan global, setara dengan sekitar 2,25 juta barel bahan bakar. Sebagai perbandingan, AS mengekspor sekitar 1,5 juta barel solar per hari.