Hasan, seorang Musim keturunan Palestina yang lahir di AS ini, melepaskan tembakan pada 5 November 2009 di sebuah fasilitas medis di pangkalan militer Fort Hood yang luas. Pangkalan itu berfungsi sebagai titik pemberangkatan bagi tentara-tentara AS yang akan dikerahkan ke zona tempur di Irak dan Afghanistan.
Penembakan massal yang didalangi Hasan itu menewaskan sedikitnya 13 orang, dengan 12 orang di antaranya merupakan personel militer AS. Sebanyak 30 korban luka dalam penembakan itu semuanya personel militer AS.
Hasan ditembak oleh seorang polisi sipil yang tiba di lokasi untuk merespons serangan itu. Dia mengalami kelumpuhan sebagian akibat tembakan tersebut.
Diungkapkan dalam persidangan bahwa Hasan menentang pendudukan militer AS di Irak dan Afghanistan, juga pernah berkomunikasi secara online dengan sosok yang diduga tokoh Al-Qaeda, yaitu ulama radikal Anwar al-Awlaki -- yang berstatus warga negara AS yang telah tewas dalam serangan drone Amerika di Yaman.