"Solar yang akan dijual Putin itu, mereka akan menyediakannya ke pasar global dengan satu atau lain cara. Satu-satunya perbedaan adalah seberapa banyak yang akan diperoleh Amerika Serikat," tambah Rubio.
Sanksi yang seharusnya mulai berlaku pekan ini menyasar pejabat tinggi Rusia, oligarki, hingga lembaga keuangan, serta memberi wewenang bagi AS untuk menindak pembeli utama minyak dan gas Rusia.
Kebijakan awal ini dirancang Kongres AS untuk memotong modal utama Presiden Rusia Vladimir Putin dalam mendanai perang di Ukraina. Namun, Trump membatalkannya tepat dua hari sebelum undang-undang tersebut efektif berjalan usai mencapai kesepakatan impor solar dengan Kremlin.
Langkah ini diambil mengingat kekhawatiran masyarakat AS atas tingginya biaya hidup dan lonjakan harga solar, yakni bahan bakar vital yang menggerakkan sektor angkutan darat, pertanian, hingga konstruksi. Tekanan ekonomi ini menjadi isu krusial bagi kubu Partai Republik jelang pemilu pada bulan depan.
Trump bahkan menegaskan bahwa keputusan penundaan sanksi ini merupakan langkah terbaik yang ia ambil untuk kepentingan nasional maupun situasi global saat ini.