"Kita akan menemukannya, dan kalian juga akan menemukannya. Ini keputusan yang sangat baik, dan ini akan menjadi keputusan yang baik bagi negara, serta menurut saya baik bagi dunia," kata Trump.
Meski demikian, langkah Trump mengeksekusi penundaan sanksi ini langsung menuai gelombang kritik pedas dari internal Kongres AS maupun sekutu luar negeri. Senator Republik Thom Tillis menilai keputusan Trump sangat keliru dalam mengambil prioritas penyelesaian krisis energi.
"Lebih dari sekadar tidak bertanggung jawab. Jika Presiden benar-benar ingin menurunkan harga energi, ia bisa melakukannya dengan menyelesaikan masalah Iran, bukan dengan membantu Vladimir Putin," tegas Tillis.
Kecaman senada datang dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang khawatir kebijakan penundaan sanksi ini bakal meluas. Zelensky menilai langkah Washington tersebut justru "memberi imbalan" bagi tindakan agresi militer Putin.