Ancaman ekstrem itu semakin memperparah kampanye tekanan Trump selama bertahun-tahun terhadap The Fed, yang sempat mereda setelah Warsh menggantikan Jerome Powell sebagai ketua bank sentral tersebut.

Namun, sejauh ini Trump dan para pembantunya menahan diri untuk tidak menyerang Warsh secara langsung. Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, mengatakan kepada Fox News pada Rabu siang bahwa Trump 'benar-benar' masih percaya pada independensi The Fed.

"Namun itu tidak mengubah fakta bahwa presiden Amerika Serikat memiliki hak Amendemen Pertama untuk berbicara ketika terjadi kesalahan," tambah Desai.