Lutnick menyatakan rencana tersebut sudah pasti terwujud. Kendati demikian, proyek konstruksi jangka panjang yang kompleks dapat berubah secara drastis atau menghadapi hambatan besar selama siklus pengembangannya.

Sebagai contoh, proyek konstruksi tambang besi di Minnesota sebelumnya dijadwalkan selesai pada 2016. Namun, perusahaan di balik proyek tersebut mengajukan bangkrut.

Selama menjabat sebagai presiden, Trump sebelumnya juga pernah menggembar-gemborkan proyek-proyek yang pada akhirnya tidak sesuai dengan ekspektasi awal. Pada masa jabatan pertamanya, Trump menghadiri peletakan batu pertama pabrik senilai US$ 10 miliar di Wisconsin oleh produsen elektronik asal Taiwan, Foxconn. Bahkan Trump memuji proyek tersebut sebagai keajaiban dunia kedelapan.

Namun pada 2021, Foxconn mengurangi rencana investasinya menjadi US$ 672 juta serta memangkas jumlah lapangan kerja baru dari 13.000 menjadi hanya 1.454 orang. Kendati demikian. Juru bicara Gedung Putih, Taylor Rogers menyampaikan proyek ini menjadi bukti nyata Trump.

"Presiden Trump menepati janjinya untuk membangun kembali industri Amerika, memulangkan kembali kegiatan manufaktur ke dalam negeri, dan menciptakan lapangan kerja baru," ujarnya dikutip dari CNBC International, Selasa (29/9/2026).