Menurut Rogers, pengumuman tersebut menegaskan upaya bersejarah Trump dalam memperbaiki industri baja AS, termasuk mendukung pengusaha lokal, memperkuat rantai pasok, dan melindungi keamanan nasional.

"Setelah mengalami kemunduran selama berdekade-dekade, Presiden ini sedang memulihkan daya saing industri Amerika dan mengamankan investasi baru senilai triliunan dolar," tambahnya.

Trump sebelumnya mengenakan tarif impor sebesar 25% untuk baja dan aluminium menjelang awal masa jabatan keduanya. Kemudian tarifnya dinaikkan dua kali lipat menjadi 50%. Sang Kepala Negara yang sangat menentang defisit perdagangan dan kerap mengkritik perjanjian perdagangan bebas, telah memberlakukan berbagai bea impor yang tinggi dalam upaya mendongkrak sektor manufaktur domestik.

Para kritikus berpendapat kebijakan tarif tersebut memainkan peran besar dalam melonjaknya harga baja di AS yang baru-baru ini mencapai titik tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sejumlah asosiasi perdagangan baja telah mengirimkan surat kepada Trump dimana mengapresiasi kebijakan tarif bajanya karena telah mendorong investasi sebesar US$ 47 miliar. Mereka kompak mendesak agar Trump tidak melonggarkan aturan tersebut.