Suku bunga tenor tiga bulan meningkat menjadi 5,9 persen dari 5,8 persen, sedangkan tenor 24 bulan naik menjadi 4,4 persen dari 4,2 persen pada bulan sebelumnya.
Penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mencatat pertumbuhan positif. Pada September 2026, kredit UMKM mencapai Rp1.539,2 triliun atau tumbuh 2,7 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan Agustus yang sebesar 2,3 persen. Kenaikan terutama berasal dari kredit usaha mikro yang tumbuh 3,1 persen dan kredit usaha kecil yang tumbuh 1,6 persen.
Sementara itu, kredit usaha menengah tumbuh 3,6 persen, melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,8 persen.
Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit UMKM terutama bersumber dari kredit investasi yang tumbuh 14,9 persen. Adapun kredit modal kerja masih mengalami kontraksi 2,6 persen secara tahunan.
Bank sentral juga mencatat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada September 2026 mencapai Rp9.895,8 triliun atau tumbuh 8,2 persen secara tahunan.
Pertumbuhan DPK terutama didorong oleh peningkatan giro dan simpanan berjangka. Giro tumbuh 10,9 persen secara tahunan, sedangkan simpanan berjangka tumbuh 5,2 persen.
Sementara itu, tabungan tumbuh 9,0 persen secara tahunan, melambat dibandingkan pertumbuhan pada Agustus yang sebesar 9,5 persen.
Berdasarkan golongan nasabah, pertumbuhan DPK terutama berasal dari nasabah korporasi yang tumbuh 11,3 persen secara tahunan. DPK dari kelompok lainnya tumbuh 18,0 persen, sedangkan DPK perorangan tumbuh relatif stabil sebesar 3,6 persen.