"Keberhasilan ini memperkuat daya saing Pupuk Kaltim sekaligus menegaskan komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional," sambungnya.
Selain penghematan biaya, efisiensi energi yang dicapai memberikan dampak ekologis signifikan melalui penurunan emisi karbon (CO2 reduction) diperkirakan mencapai 110.000 ton CO2 per tahun. Hal ini sejalan dengan target dekarbonisasi perusahaan dan agenda transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE).
Dari sisi produksi, revamping ini juga berhasil meningkatkan kapasitas Ammonia Pabrik-2. Selama pengujian berlangsung, pabrik mampu menghasilkan rata-rata 1.841 ton amonia per hari, meningkat sebesar 4,18% dari kapasitas sebelumnya yaitu 1.767 ton per hari.
Peningkatan ini secara langsung memperkuat ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea di Pupuk Kaltim.