Modernisasi Ammonia Pabrik-2 mencakup pembaruan sejumlah teknologi kunci, tim redaksi lain shift converter, ammonia converter, dan CO2 removal system. Selain itu integrasi otomatisasi dan digitalisasi sistem kontrol melalui penerapan Distributed Control System (DCS) memungkinkan pemantauan proses secara real-time, meningkatkan akurasi dan efisiensi operasi, serta memitigasi potensi gangguan.

Proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 yang diresmikan pada Januari 2026 ini merupakan salah satu upaya utama Pupuk Kaltim dalam program revitalisasi industri pupuk nasional yang didukung Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 113 Tahun 2025. Setelah diresmikan, Ammonia Pabrik-2 menjalani tahapan persiapan, pengujian dan penyesuaian operasi secara bertahap hingga mencapai kinerja optimal dan target efisiensi energi pada Agustus 2026.

Proyek ini menjadi tonggak pertama yang diselesaikan dari tujuh upaya revitalisasi dan penguatan industri pupuk yang dijalankan Pupuk Indonesia Group dalam lima tahun ke depan.

"Ke depan, bersamaan dengan proyek strategis lain seperti pembangunan Pabrik Soda Ash di Bontang dan pengembangan kawasan industri pupuk baru, Pupuk Kaltim akan terus meningkatkan efisiensi dan keandalan operasi, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketersediaan pupuk dan mendukung ketahanan pangan nasional," pungkasnya.