NADIKABAR.COM — Sebanyak 69 calon anggota Komisi Nasional Disabilitas (KND) periode 2026-2031 menjalani uji publik sebagai bagian dari proses seleksi sebelum Pansel mengerucutkan kandidat hingga 14 nama terbaik untuk direkomendasikan kepada Presiden.

Dari 14 kandidat tersebut, Presiden selanjutnya akan memilih dan menetapkan tujuh orang sebagai anggota KND periode 2026-2031.

Anggota Panitia Seleksi KND, Bahrul Fuad mengatakan uji publik menjadi tahapan penting dalam seleksi karena masyarakat diberi ruang untuk memberikan masukan terhadap para kandidat.

"Ini bukan semata-mata keputusan dari Pansel. Tapi ada kontribusi yang sangat penting, yaitu kontribusi dari masukan publik minggu kemarin, kemudian uji publik sekarang ini," kata Bahrul dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Hal itu ia katakan dalam konferensi pers Uji Publik Calon Anggota KND Periode 2026-2031 di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin (2/11).

Menurutnya, sebanyak 69 kandidat diberi kesempatan untuk memaparkan visi dan misi. Mereka kemudian diuji oleh para panelis serta mendapat masukan dari organisasi penyandang disabilitas dan masyarakat yang mengikuti kegiatan secara langsung.

Adapun uji publik berlangsung selama dua hari mengingat jumlah kandidat yang mencapai 69 orang. Dalam setiap sesi, lima kandidat mendapat kesempatan memaparkan gagasan dan mengikuti pengujian oleh panelis.

Masukan yang dihimpun dari masyarakat, baik melalui tahapan sebelumnya maupun selama uji publik, akan menjadi salah satu bahan pertimbangan Pansel untuk menentukan kandidat yang berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.

Dari 69 kandidat tersebut, Pansel akan mengerucutkan jumlah peserta menjadi sekitar 28 orang untuk mengikuti tahap wawancara, tes psikologis, dan tes kesehatan.

Selanjutnya, Pansel akan merekomendasikan 14 kandidat terbaik kepada Presiden.

"Pansel tidak memilih, karena anggota Komisi Nasional Disabilitas itu hanya tujuh menurut Perpres-nya. Tapi Pansel akan merekomendasikan 14 (kandidat) terbaik yang diserahkan kepada Presiden. Nanti Presiden yang akan memilih dan menetapkan tujuh anggota Komisi Nasional Disabilitas," ujar Bahrul.

Sebelum mencapai tahap uji publik, proses seleksi diawali dengan pendaftaran terbuka yang diumumkan melalui laman resmi Pansel KND. Dari 869 pendaftar, sebanyak 101 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tes objektif berbasis komputer.

Tes tersebut diikuti oleh seluruh kandidat yang lolos seleksi administrasi. Dari tes tersebut didapat 69 kandidat yang lolos dan berhak melanjutkan ke tahap uji publik.

Bahrul menjelaskan, tes objektif berbasis komputer dirancang dengan pendekatan universal design untuk memastikan seluruh kandidat mengikuti proses seleksi dengan standar yang setara.

Sebelum memasuki tahapan uji publik, profil 69 kandidat juga telah dipublikasikan melalui laman resmi Pansel untuk menerima masukan dari masyarakat.

"Jadi masukkan publik menjadi sangat penting bagi pansel di dalam mencari kandidat yang benar-benar berkualitas," kata Bahrul.

Anggota Pansel KND, Ro'fah menambahkan, bahwa uji publik dilakukan tidak hanya melihat dukungan publik tapi juga menjaring masukan masyarakat mengenai rekam jejak para peserta, termasuk terkait integritas dan persoalan hukum.

Pansel juga menghimpun informasi dari berbagai lembaga serta melakukan verifikasi terhadap setiap masukan yang diterima.

"Pansel juga melakukan proses verifikasi. Jangan sampai masukan negatif menjadi delegitimasi langsung kepada peserta. Kita akan melakukan check and recheck untuk memastikan informasi yang kami terima memang betul," kata Ro'fah.

Sementara itu, Anggota Pansel KND, Abdul Muis menegaskan proses seleksi anggota KND periode 2026-2031 dilakukan secara objektif dan tanpa titipan.

Menurutnya, proses seleksi tersebut berpegang pada empat pilar utama, yakni inovasi, integritas, transparansi, dan transformasi. Uji publik menjadi salah satu bentuk penerapan prinsip tersebut dalam rangkaian seleksi calon anggota KND.

"Empat pilar itulah yang akan menjadi nilai utama bagi kami untuk memilih 14 nama yang kami rekomendasikan dan akan dipilih tujuh oleh Presiden," kata Abdul Muis.

Sebagai informasi, turut hadir dalam konferensi pers Anggota Pansel KND Siswadi dan Kepala Sekretariat Pansel KND Herman Koswara.