NADIKABAR.COM — Perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan pemilik usaha, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Hal tersebut terlihat dari perjalanan sejumlah UMKM binaan PT Pertamina (Persero) yang mampu mengembangkan usaha sekaligus melibatkan keluarga, perajin, hingga komunitas lokal dalam kegiatan ekonomi.

Salah satunya Citra Blacu, usaha kerajinan asal Jawa Tengah yang dirintis Retno sejak 2004. Berawal dari mengolah kain blacu menjadi produk sederhana, usaha tersebut kini berkembang dengan memproduksi berbagai produk fesyen, dekorasi rumah, hingga suvenir berbahan limbah kain.

Dukungan pembiayaan dan pemasaran dari Pertamina turut membantu perkembangan usaha Retno. Melalui program kemitraan, ia dapat membangun workshop sendiri yang kini digunakan untuk kegiatan produksi sekaligus tempat belajar bagi pelajar dan masyarakat.

"Dari pinjaman itu saya bisa membangun workshop sendiri. Di sana juga bisa digunakan untuk pelatihan, bahkan pernah sampai 40 siswa ikut belajar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11).

Keberadaan workshop tersebut membuat kegiatan usaha Citra Blacu tidak hanya berorientasi pada produksi dan penjualan, tetapi juga menjadi sarana berbagi keterampilan. Masyarakat, termasuk pelajar, dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengenal proses pembuatan produk kerajinan.

Kisah lainnya datang dari Artistica Jewelry, UMKM perhiasan asal Surabaya yang telah memasarkan produknya ke lebih dari 10 negara. Meski sudah memiliki pasar internasional, pendirinya, Stefanus, menghadapi tantangan saat memperkenalkan produk perhiasan perak kepada konsumen dalam negeri.

Melalui pembinaan Pertamina, Artistica Jewelry memperoleh pendampingan untuk memahami kebutuhan pasar lokal. Dari proses tersebut, perusahaan menemukan peluang melalui produk cincin pernikahan berbahan perak yang menyasar konsumen Muslim.