"Pesanan itu membuat kami kembali berproduksi. Dampaknya tidak hanya untuk usaha kami, tetapi juga bagi para perajin yang terlibat," imbuh Mulyadi.
Seiring perkembangan usaha, produk Lombok Mulya Craft tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga digunakan sebagai suvenir di luar negeri. Perluasan pasar tersebut turut membuka peluang pendapatan bagi perajin dan peternak mutiara lokal yang terlibat dalam rantai usahanya.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan akses pasar. Untuk mengatasi hal tersebut, Pertamina memperkuat pendampingan melalui program promosi dan fasilitasi pameran agar produk UMKM dapat menjangkau lebih banyak konsumen serta mitra bisnis.
"Dukungan berupa pelatihan, pendampingan, permodalan, dan akses pasar yang berkelanjutan menjadi bekal bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing, memperluas peluang usaha, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif," tuturnya.
Menurut Baron, dukungan terhadap UMKM diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing dan memperluas jaringan pemasaran. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan usaha yang melibatkan lebih banyak pihak.
Perjalanan Citra Blacu, Artistica Jewelry, dan Lombok Mulya Craft menunjukkan bahwa perkembangan UMKM dapat memberikan dampak ekonomi di luar usaha itu sendiri. Ketika kapasitas produksi dan jangkauan pasar meningkat, peluang kerja, kegiatan produksi masyarakat, serta sumber penghasilan baru juga dapat berkembang.