NADIKABAR.COM — Perubahan format terjadi di skena kompetitif Free Fire. Sekarang FFWS SEA sudah tidak ada, diganti dengan kompetisi nasional, yang menjadi jalur bagi tim dari Indonesia untuk tampil di kejuaraan dunia.

Sayangnya, aturan baru ini tidak membuat semua orang merasa bahagia, khususnya bagi mereka yang sudah mati-matian berjuang di FFWS SEA. Format ini tidak hanya diberlakukan di Indonesia, melainkan di seluruh negara Asia Tenggara.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejumlah tim dari Indonesia yang menjadi langganan FFWS SEA ialah RRQ Kazu, Onic, dan Bigetron by Vitality. Bahkan di season terakhir, yakni FFWS SEA 2026 Fall, juaranya adalah Bigetron by Vitality.

Bagi ketiga tim tersebut, tentunya tidak mudah mempertahankan keberadaannya di turnamen Free Fire tingkat SEA, agar tetap bisa bersaing dengan tim-tim kuat dari negara lain. Mereka sudah berjuang keras supaya tidak terdegradasi ke turnamen tingkat nasional, tetapi setelah season Fall 2026 berakhir, formatnya berubah dan kembali menghadirkan FFWS Indonesia.

Pelatih RRQ Kazu, Ady, mengaku agak sedikit kecewa dengan keputusan ini. Dirinya menyinggung bagaimana timnya sudah bersusah payah untuk mendapatkan slot di FFWS SEA.

"Berjuang se-all in mungkin untuk gimana caranya kita nggak degradasi, gimana caranya kita stay di SEA gitu kan. Jadi itu ada jadi salah satu pertanyaan besar dari tim yang memang sudah try hard di season kemarin. Kok bisa seperti ini? Kenapa?" kata Ady, dalam wawancara singkat usai acara pelepasan tim Free Fire Indonesia yang akan berlaga di FFWS Global Finals 2026 di Jakarta Selatan, Jumat (30/10).