Serupa dengan Ady, pelatih Onic, AFM, mengaku sedih dan tidak setuju dengan perubahan yang terjadi. Bahkan AFM mengungkapkan tim-tim yang tadinya bermain di FFWS SEA, setelah format berubah tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.
"Tanggapannya ada dua sisi nih ya. Satu sebagai Coach Onic yang punya slot SEA. Satu sebagai komunitas Free Fire. Sebagai Coach Onic yang punya slot SEA. Sedih. Gak setuju," kata AFM.
Sementara apabila dari sisi komunitas, AFM mengaku sangat menyukai format baru ini. Menurutnya, dia senang karena bisa melihat teman-temannya direkrut lagi oleh tim esports, lalu beberapa pro player yang tadinya mau pensiun sekarang dipanggil lagi.
"Nah ini bagus buat ekosistem dari Free Fire. Kan gak selamanya juga gue di Onic. Yang paling penting kan vibes dari FF tetap ada. Ekosistem esports tetap jalan kayak gitu. Jadi komunitas jalan, esports nya jalan," jelas AFM.
Sedangkan pelatih Bigetron, Chrisjo, hanya bisa menerima keputusan tersebut dan mengikuti ketentuan serta aturan yang sudah ada. Meski begitu memang dirinya mengakui, kompetisi di tingkat nasional pada tahun depan akan sangat menantang.