NADIKABAR.COM β€” Universitas Hasanuddin (Unhas) menandatangani sembilan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan sembilan perguruan tinggi dari lima negara, yakni Turki, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Australia, untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Unhas Prof Suharman Hamzah di Makassar, Rabu, menyampaikan kolaborasi dengan sejumlah kampus ini membuka ruang pengembangan program pendidikan bersama, kesempatan studi lanjut, hingga kolaborasi riset dan publikasi ilmiah.

Ia menjelaskan perluasan jejaring perguruan tinggi mitra perlu diikuti dengan langkah konkret yang mempertemukan kebutuhan akademik Unhas dan potensi institusi mitra.

Menurutnya, nilai sebuah kemitraan terletak pada kesempatan yang berhasil dibuka dan program yang dapat dijalankan bersama.

β€œKami berharap kerja sama ini adalah terbukanya lebih banyak jalur bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi, termasuk melalui program double degree. Kita juga ingin dosen memiliki lebih banyak mitra untuk mengembangkan riset dan menghasilkan publikasi bersama. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menerjemahkan kesepahaman ini menjadi program yang benar-benar bisa dimanfaatkan oleh fakultas, program studi, mahasiswa, dan dosen,” ujarnya.

Sembilan perguruan tinggi yang menjalin kerja sama dengan Unhas dalam periode tersebut meliputi Suleyman Demirel University (SDU) Turki, Nueva Vizcaya State University (NVSU) Filipina, National Formosa University (NFU) Taiwan.

Selanjutnya, University of San Carlos (USC), Filipina, SEGi University, Malaysia, Ming-Chuan University (MCU) Taiwan, The University of Queensland (UQ) Australia, University of Nueva Caceres (UNC) Filipina serta De La Salle University DasmariΓ±as Filipina.

Prof Suharman mengatakan kerja sama ini berpotensi dikembangkan melalui pertukaran mahasiswa, studi lanjut, penyusunan program double degree, dan kegiatan akademik bersama.

Sementara itu, bagi dosen dan peneliti, jejaring tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk merancang penelitian lintas institusi, berbagi keahlian, serta meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah bersama.

"Realisasi berbagai peluang tersebut memerlukan tindak lanjut di tingkat fakultas dan program studi, termasuk pemetaan bidang yang sesuai, penyusunan skema kegiatan, serta pembahasan teknis dengan perguruan tinggi mitra," ujarnya.