"Ini merupakan pengukuran langsung pertama kekuatan medan magnet sebuah eksoplanet dan konsisten dengan prediksi penskalaan dinamo untuk planet raksasa muda yang masif," kata peneliti.
Beta Pictoris b sendiri merupakan planet yang sangat besar, dengan massa sekitar 10 kali Jupiter. Planet tersebut juga berputar sangat cepat, hanya membutuhkan sekitar 8-9 jam untuk menyelesaikan satu rotasi. Perputaran cepat ini kemungkinan ikut mendukung munculnya emisi radio aurora.
Temuan tersebut membuka cara baru untuk mempelajari planet yang berada sangat jauh dari Bumi. Selama ini, medan magnet eksoplanet sulit diamati secara langsung, padahal medan magnet dapat berperan penting dalam interaksi planet dengan angin bintang dan perlindungan atmosfer.
Para astronom kini menargetkan tujuh eksoplanet raksasa lain di lima sistem bintang terdekat untuk dicari sinyal serupa. Generasi teleskop radio berikutnya juga diperkirakan akan membantu. Peneliti memperkirakan peningkatan sensitivitas instrumen sekitar 5-7 kali dapat membuat sejumlah planet lain berada dalam jangkauan deteksi.
Jadi, sinyal radio dari Beta Pictoris b bukanlah pesan dari makhluk luar angkasa. Sinyal tersebut justru menjadi semacam sidik jari medan magnet sebuah planet yang berada puluhan tahun cahaya dari Bumi.
Satu catatan penting, penelitian ini masih tersedia sebagai preprint di arXiv dan belum diterbitkan dalam jurnal yang telah melalui peer review. Karena itu, hasil tersebut masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh komunitas ilmiah.