Perjanjian ini menyusul kebijakan tarif besar-besaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengganggu perdagangan global. Kebijakan tersebut membuat ekspor Vietnam ke AS dikenai tarif tinggi, sementara negosiasi antara kedua negara masih berlangsung.
Sejumlah pakar menilai kesepakatan baru ini mencerminkan upaya bersama untuk mendiversifikasi hubungan dagang dan mengurangi ketergantungan pada mitra dagang utama.
"Ketika AS menekan negara-negara Eropa dalam perdagangan, kesepakatan ini menjadi upaya bersama untuk memperkuat kemandirian strategis melalui integrasi ekonomi. Kedua pihak juga berupaya mencari mitra alternatif, alih-alih bergantung sepenuhnya pada mitra dagang terbesar mereka," kata pakar sejarah dan politik, Do Dinh Lam Khang, kepada AFP.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris