Tetesan air yang terkena sinar Matahari juga memantulkan cahaya sehingga aliran tersebut terlihat berkilauan. Ketika dipadukan dengan lengkungan cahaya di langit, pemandangan itu menciptakan ilusi optik yang dramatis. Dengan kata lain, bukan air yang keluar dari pelangi, melainkan sudut pandang pengamat yang membuat kedua fenomena tersebut terlihat saling terhubung.

Salah satu fenomena yang terlihat dalam video tersebut adalah lingkaran cahaya di sekitar Matahari. Fenomena ini dikenal sebagai solar halo atau halo Matahari.Menurut penjelasan Met Office, halo terbentuk ketika cahaya Matahari berinteraksi dengan kristal es kecil di awan tinggi, seperti awan cirrus dan cirrostratus. Cahaya mengalami pembiasan ketika melewati kristal-kristal tersebut sehingga membentuk lingkaran di sekitar Matahari.

Halo Matahari berbeda dari pelangi biasa. Pelangi umumnya terbentuk ketika sinar Matahari memasuki tetesan air, mengalami pembiasan, dipantulkan di dalam tetesan, kemudian keluar dengan warna-warna yang terpisah.

Perbedaan cara cahaya berinteraksi dengan kristal es dan tetesan air itulah yang menghasilkan dua fenomena optik yang berbeda. Menariknya, halo Matahari dapat muncul tanpa hujan. Karena itu, keberadaan lingkaran berwarna di sekitar Matahari tidak selalu menandakan adanya pelangi yang terbentuk akibat hujan.