Selain halo Matahari, rekaman tersebut juga memperlihatkan lengkungan menyerupai pelangi di bagian langit yang lebih rendah. Salah satu penjelasan yang mungkin adalah pembiasan dan pemisahan warna cahaya Matahari oleh tetesan air yang melayang di udara, termasuk kabut tipis di sekitar aliran air.
Badan satelit dan atmosfer Amerika Serikat, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), menjelaskan bahwa pelangi terbentuk ketika cahaya Matahari memasuki tetesan air, dibelokkan, dipantulkan di dalamnya, lalu keluar dengan komponen warna yang berbeda.
Namun, tanpa pengamatan atmosfer secara langsung, tidak dapat dipastikan bahwa seluruh lengkungan warna dalam rekaman tersebut berasal dari proses yang sama. Penampakan visual saja belum cukup untuk mengidentifikasi setiap lengkungan secara pasti. Yang jelas, keberadaan aliran air dan kondisi cahaya yang tepat dapat menghasilkan pemandangan yang tampak tidak biasa dari sudut pandang tertentu.