"IAWN memperkirakan peluang terjadinya hantaman adalah 96%, dan kemungkinan lokasi hantaman terbatas pada wilayah sempit memanjang yang ditandai dengan titik-titik merah pada gambar di bawah ini," lanjut video itu.

Bagian yang sengaja dipotong atau disembunyikan dalam video-video tersebut (misalnya dengan hanya menampilkan tangkapan layar halaman pencarian Google) adalah fakta bahwa semua ini berasal dari sebuah latihan simulasi yang diadakan oleh NASA. Isu ini bahkan sudah kerap dibahas sejak tahun 2019.

NASA sesekali menjalankan skenario seperti ini. Mereka menyajikan simulasi asteroid kepada tim yang kemudian harus meresponsnya, baik dengan meluncurkan misi pengalihan arah asteroid maupun dengan memitigasi jatuhnya korban jiwa di Bumi, terutama melalui upaya evakuasi.

"Tim ingin menyajikan skenario palsu namun realistis," jelas Dr Alfredo Carpineti mengenai latihan tersebut kala itu.

"Jika asteroid simulasi ini benar-benar nyata, dampaknya bisa sangat menghancurkan dalam skala benua. Mengingat adanya ketidakpastian mengenai objek tersebut, ia bisa saja jatuh pada tanggal 29 April 2027 di jalur sempit yang membentang dari Hawaii hingga Afrika, melintasi wilayah daratan utama Amerika Serikat," timpal Dr Carpineti.