Dalam latihan tersebut, tim merancang misi pengalihan arah asteroid, yang dalam simulasinya ternyata tidak berjalan dengan baik.
"Begitu mereka mengetahui bahwa asteroid tersebut berada pada lintasan tabrakan, NASA dan badan antariksa di seluruh dunia memutuskan untuk mengirim armada penabrak kinetik guna membelokkan arah asteroid itu," demikian penjelasan NASA mengenai simulasi tersebut. Sekali dicatat, ini bukan kejadian asli ya, pembaca!
Pada hari terakhir konferensi, tim tersebut menyimulasikan respons terhadap skenario tabrakan yang hampir pasti terjadi di New York pada 29 April 2027, dengan energi sebesar 5 hingga 20 megaton.
"Mempertemukan komunitas penanggulangan bencana dan komunitas ilmiah merupakan hal krusial dalam mempersiapkan diri menghadapi potensi tabrakan asteroid di masa depan," ujar Leviticus Lewis dari Divisi Operasi Respons FEMA saat itu.
"Simulasi ini sangat berharga karena melanjutkan upaya yang sedang berjalan untuk mengidentifikasi pertanyaan dan isu-isu utama terkait skenario yang memiliki probabilitas rendah namun berkonsekuensi besar ini," tambahnya. Demikian melansir IFLScience.