NADIKABAR.COM — Viral di TikTok, narasi NASA memprediksi asteroid yang menyapu pada 2027 dengan 96% kemungkinan. Padahal, ini adalah hoaks lama yang terus berulang. Bahkan, mereka mengambil potongan video NASA untuk menjelaskan hal di luar konteks aslinya.

Jadi begini. Sebuah video yang kini tampaknya telah dihapus dari TikTok, sempat didokumentasikan oleh platform pemeriksa fakta BiasBreak.

Dikatakan teori konspirasi lama ini berhasil mengumpulkan sekitar 4,2 juta penayangan. Video tersebut, yang bukan merupakan yang pertama dari jenisnya, mengklaim adanya kemungkinan sebesar 96% bahwa kehidupan di Bumi akan musnah pada tahun 2027.

Klaim semacam itu sudah beredar selama bertahun-tahun, namun tidak mengherankan jika video-video tersebut kembali bermunculan pada tahun 2026. Waktunya kan masih dekat dari 'deadline'.

"Berdasarkan pengukuran pelacakan baru yang dilakukan minggu ini, International Asteroid Warning Network (IAWN) telah mengonfirmasi bahwa asteroid 2017 PDC berada pada lintasan yang hampir pasti akan menghantam Bumi pada tanggal 21 Juli 2027, kurang dari sembilan tahun dari sekarang," demikian bunyi tangkapan layar tersebut.

"IAWN memperkirakan peluang terjadinya hantaman adalah 96%, dan kemungkinan lokasi hantaman terbatas pada wilayah sempit memanjang yang ditandai dengan titik-titik merah pada gambar di bawah ini," lanjut video itu.

Bagian yang sengaja dipotong atau disembunyikan dalam video-video tersebut (misalnya dengan hanya menampilkan tangkapan layar halaman pencarian Google) adalah fakta bahwa semua ini berasal dari sebuah latihan simulasi yang diadakan oleh NASA. Isu ini bahkan sudah kerap dibahas sejak tahun 2019.

NASA sesekali menjalankan skenario seperti ini. Mereka menyajikan simulasi asteroid kepada tim yang kemudian harus meresponsnya, baik dengan meluncurkan misi pengalihan arah asteroid maupun dengan memitigasi jatuhnya korban jiwa di Bumi, terutama melalui upaya evakuasi.

"Tim ingin menyajikan skenario palsu namun realistis," jelas Dr Alfredo Carpineti mengenai latihan tersebut kala itu.

"Jika asteroid simulasi ini benar-benar nyata, dampaknya bisa sangat menghancurkan dalam skala benua. Mengingat adanya ketidakpastian mengenai objek tersebut, ia bisa saja jatuh pada tanggal 29 April 2027 di jalur sempit yang membentang dari Hawaii hingga Afrika, melintasi wilayah daratan utama Amerika Serikat," timpal Dr Carpineti.

Dalam latihan tersebut, tim merancang misi pengalihan arah asteroid, yang dalam simulasinya ternyata tidak berjalan dengan baik.

"Begitu mereka mengetahui bahwa asteroid tersebut berada pada lintasan tabrakan, NASA dan badan antariksa di seluruh dunia memutuskan untuk mengirim armada penabrak kinetik guna membelokkan arah asteroid itu," demikian penjelasan NASA mengenai simulasi tersebut. Sekali dicatat, ini bukan kejadian asli ya, pembaca!

Pada hari terakhir konferensi, tim tersebut menyimulasikan respons terhadap skenario tabrakan yang hampir pasti terjadi di New York pada 29 April 2027, dengan energi sebesar 5 hingga 20 megaton.

"Mempertemukan komunitas penanggulangan bencana dan komunitas ilmiah merupakan hal krusial dalam mempersiapkan diri menghadapi potensi tabrakan asteroid di masa depan," ujar Leviticus Lewis dari Divisi Operasi Respons FEMA saat itu.

"Simulasi ini sangat berharga karena melanjutkan upaya yang sedang berjalan untuk mengidentifikasi pertanyaan dan isu-isu utama terkait skenario yang memiliki probabilitas rendah namun berkonsekuensi besar ini," tambahnya. Demikian melansir IFLScience.