Meskipun kita berupaya menghitung jumlah manusia di planet ini melalui sensus, estimasi, dan pemodelan matematika, pergerakan penduduk di seluruh dunia membuat upaya ini menjadi sangat rumit.

Menariknya pemodelan akhirnya menjadi topik dalam tulisan tahun 1960, yang dipimpin oleh fisikawan Heinz von Foerster, dikutip NadiKabar dari IFLScience, Kamis (5/11/2026).

Ia bersama rekan-rekannya mencoba membuat model populasi dunia di masa depan, dengan menggunakan estimasi jumlah penduduk dari sekitar zaman Yesus hingga tahun 1958. Tren pada masa itu menunjukkan peningkatan yang bersifat eksponensial.

Dengan mengekstrapolasi tren ini ke masa depan, tim tersebut menemukan bahwa tahun 2026 (dengan selisih kurang lebih lima tahun) merupakan titik di mana populasi akan melonjak hingga tak terhingga. Tanggal spesifik 13 November kemungkinan besar dimaksudkan sebagai lelucon, karena itu adalah hari ulang tahun Foerster.

"Karena alasan yang jelas, t0 akan disebut sebagai 'hari kiamat' karena pada tanggal itulah N (jumlah 'elemen', atau manusia) mencapai angka tak terhingga, dan populasi yang cerdas ini akan memusnahkan dirinya sendiri. Cucu-cucu dari cicit kita tidak akan mati kelaparan. Mereka akan terhimpit hingga tewas," ujarnya kepada majalah Time.