NADIKABAR.COM — Dua sekolah di China viral usai menerapkan kebijakan gaya rambut pendek yang ketat pada siswa. Guru-guru mengecek rambut siswa di gerbang dan melarang mereka yang belum sesuai aturan.
Mengutip South China Morning Post (SCMP), pada hari pertama tahun ajaran baru di SMA Yinchuan dan SMP Yinchuan No. 24 di Yinchuan, Ningxia Hui, banyak siswa yang dianggap belum mematuhi aturan. Sekolah tersebut telah menetapkan bahwa laki-laki harus menjaga rambutnya tetap di atas alis dan telinga.
Rambut laki-laki tidak boleh panjang sampai menyentuh kerah seragam bagian belakang. Sementara siswi yang berambut panjang wajib mengikat rambutnya seperti ekor kuda, sedangkan siswi berambut pendek tidak boleh sampai ke leher.
Semua siswa juga dilarang mengeriting atau mewarnai rambut. Jika siswa laki-laki ingin memangkas sampai gundul, harus mendapat izin dari sekolah.
Bagi siswa yang belum memenuhi aturan, tidak boleh masuk melewati gerbang. Akibatnya, banyak siswa memanggil tukang cukur ke depan sekolah hingga berjajar di gerbang.
Bahkan, menurut laporan SCMP, sejumlah siswa sampai antre untuk memangkas rambut mereka.
"Niat kami bukanlah untuk mencegah siswa masuk sekolah. Kami hanya ingin berkomunikasi dengan orang tua dan berkolaborasi untuk membujuk siswa agar mengadopsi gaya rambut yang standar," kata seorang guru anonim dari SMA Yinchuan, dikutip dari SCMP.
Peristiwa ini memicu kontroversi di sejumlah kalangan. Terlebih, beberapa orang tua mengaku tidak mengetahui persyaratan gaya rambut khusus ini.
Seorang pejabat dari Biro Pendidikan Kota Yinchuan pun merespons bahwa pihaknya telah menyelidiki apa yang terjadi di dua sekolah tersebut. Proses ini belum menentukan tindakan apa yang tepat untuk sekolah.
Sementara seorang pengacara dari Firma Hukum Beijing Jingshi, Meng Bo, mengatakan bahwa sekolah melanggar hak siswa. Terutama karena siswa dilarang masuk sekolah karena rambut.
"Sekolah-sekolah tersebut telah melanggar Undang-Undang Pendidikan Tiongkok dengan melanggar hak siswa atas pendidikan, karena mereka menolak masuk berdasarkan masalah gaya rambut," ujarnya.
Berdasarkan aturan Kementerian Pendidikan di China, siswa harus berpakaian rapi dan tidak diperbolehkan mengeriting atau mewarnai rambut, memakai riasan, atau menghiasi diri dengan perhiasan. Dalam pedoman aturannya, siswa tidak diperbolehkan memiliki rambut panjang, sedangkan perempuan tidak boleh memakai sepatu hak tinggi.
Secara khusus, aturan tersebut tidak menyebutkan bahwa siswa yang belum sesuai aturan, dilarang masuk ke area sekolah. Ini menunjukkan bahwa banyak sekolah menetapkan persyaratan terperinci dan menegakkannya dengan ketat.