NADIKABAR.COM — Sebuah video memperlihatkan detik-detik jet pribadi jatuh dan meledak di dekat Palm Beach, Florida, Amerika Serikat, viral di media sosial. Kecelakaan mengerikan tersebut dilaporkan menewaskan sembilan orang yang berada di dalam pesawat.
Insiden terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 12.49 waktu setempat. Pesawat jenis Learjet 60 itu diketahui sedang melakukan perjalanan dari Texas menuju Bahama sebelum kehilangan ketinggian secara drastis.
Rekaman kamera dasbor kendaraan yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana jalan raya beberapa saat sebelum kecelakaan. Tiba-tiba, kilatan cahaya sangat terang disertai kobaran api besar muncul di depan kendaraan.
Video tersebut turut dibagikan akun X @Osinttechnical dan langsung menarik perhatian warganet. Hingga Senin (2/11/2026) pagi, unggahan itu telah ditonton lebih dari 3,1 juta kali.
"Jet pribadi Learjet 60, dalam perjalanan dari Texas menuju Bahama, jatuh di dekat Palm Beach siang ini. Pesawat tersebut sedang menukik tajam saat kecelakaan terjadi, dengan kecepatan turun lebih dari 30.000 kaki per menit," tulis OSINTtechnical.
Data pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan pesawat yang mengalami kecelakaan memiliki nomor registrasi N722BD. Jet pribadi Learjet 60 tersebut diketahui diproduksi pada 2004.
Sebelum kecelakaan, pesawat dilaporkan menghadapi kondisi cuaca yang mencakup potensi pembentukan es, turbulensi, dan hujan.
Pilot sempat meminta izin untuk naik ke ketinggian 37.000 kaki. Namun, dalam fase penerbangan berikutnya, pesawat justru kehilangan ketinggian dengan sangat cepat.
Menurut data Flightradar24, laju penurunan pesawat sempat melampaui 32.000 kaki per menit atau sekitar 9.754 meter per menit.
Angka tersebut menggambarkan penurunan ketinggian yang sangat ekstrem, jauh berbeda dibandingkan laju penurunan normal pesawat saat mendekati bandara.
Meski demikian, data pelacakan penerbangan belum cukup untuk memastikan penyebab kecelakaan. Kondisi cuaca dan manuver pesawat masih harus diperiksa melalui investigasi resmi.
Associated Press melaporkan sembilan orang yang berada di dalam pesawat meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Informasi mengenai jumlah korban juga disampaikan Menteri Transportasi Amerika Serikat Sean Duffy.
Otoritas penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA), bersama National Transportation Safety Board (NTSB), menangani penyelidikan kecelakaan tersebut.
Penyelidik akan menelusuri berbagai kemungkinan faktor, termasuk kondisi pesawat, cuaca, serta rangkaian kejadian sebelum jet kehilangan ketinggian.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti jatuhnya Learjet 60 belum diumumkan secara resmi.
Sementara itu, video ledakan yang beredar luas menjadi salah satu rekaman yang memperlihatkan betapa dahsyatnya insiden tersebut. Namun, rekaman visual saja tidak dapat digunakan untuk memastikan penyebab kecelakaan.