Rencana PHK terbaru turut menyusul pemangkasan 3.000 posisi yang diumumkan tak lama setelah Samuelsson kembali menjabat sebagai CEO pada 2025. Saat itu, Volvo melakukan pengetatan biaya di seluruh perusahaan melalui rencana penghematan sebesar 18 miliar krona, serta memperdalam kerjasama dengan berbagai merek di bawah naungan Geely.

Perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Geely Holding asal China ini mencatatkan kerugian operasional yang disesuaikan sebesar 3,7 miliar krona Swedia atau sekitar US$373 juta di kuartal III 2026. Angka tersebut berbalik tajam dari capaian kuartal III 2025 yang masih membukukan laba 5,8 miliar krona.

"Kuartal III 2026 sangat mengecewakan dan mencerminkan tahun yang jauh lebih menantang daripada yang diperkirakan sebelumnya. Oleh karena itu, rencana pemulihan yang sedang berjalan memerlukan penguatan yang tegas," ujar CEO Hakan Samuelsson.